Sejarah

Sejarah MAN Tambakberas Jombang


Rintisan awal berdirinya MAN Tambakberas Jombang, telah dimulai sejak tahun 1954, dengan nama Madrasah Mu’alimin (Mu’allimat) Atas 4 tahun atau MMA yang didirikan oleh para Ulama dan diprakarsai oleh Al-Maghfurlah KH. Fatah Hasyim. Ciri khas utama MMA adalah merupakan lembaga pendidikan Pondok Pesantren dengan mengutamakan kajian kitab-kitab kuningnya dan berada di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur.

Seiring dengan perhatian Orang Tua / Wali murid  dari tahun ke tahun semakin bertambah pesat, ini ditandai dengan semakin banyaknya siswa-siswi yang berdatangan dari berbagai penjuru Indonesia, pemikiran-pemikiran inovatif terus dilakukan. Untuk peningkatan mutu, dimunculkan gagasan menambah masa studi, dari 4 tahun menjadi 6 tahun, dan diberi nama Madrasah Mu’allimin Muallimat Atas 6 Tahun (MMA).

Seiring dengan kemajuan Madrasah dan tuntutan peningkatan mutu pendidikan nasional, maka pada tahun 1969 berdasarkan SK. Menag No. 23 Tanggal 4 Maret 1969, Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Atas di Negerikan dengan perubahan kelas 1, 2, 3 menjadi Madrasah Tsanawiyah Agama Islam Negeri (MTsAIN), dengan kepala sekolah Bapak Drs. H. Moh. Syamsul Huda As, SH., dan kelas 4, 5, 6 menjadi Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN), dengan kepala Al Maghfurlah KH. Al Fatich Abd. Rohim.

Pada tahun 1980, MAN memiliki 3 (tiga) program jurusan, yaitu: program Agama, IPA dan IPS.  Pada tahap berikutnya, muncul kebijakan baru dari Depag RI yang menghapus program Agama, maka MAN Tambakberas merespon perubahan itu dengan mengganti program baru, yaitu bahasa. Sampai sekarang ini MAN Tambakberas Jombang membuka program jurusan Bahasa, IPA (kelas Unggulan, Reguler, dan program ketrampilan)  dan IPS.

Dalam perkembangan berikutnya, agar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) benar-benar dapat melaksanakan kurikulum Depag RI secara penuh dan  Madrasah Mu’allimin Mu’allimat atas (MMA) tetap berjalan sesuai ciri khas utama Pondok Pesantren, yaitu kurikulum yang lebih banyak memporsikan kajian kitab-kitab kuning, maka Madrasah ini dipisahkan menjadi MMP dan MTsAIN (setingkat SLTP) dan MMA dan MAAIN (setingkat SMA). Dengan adanya pemisahan ini maka MAN Tambakberas Jombang dapat lebih fokus dalam pembinaan dan menjadi semakin berkembang hingga saat ini.

Pada tahun 1980 terjadi alih tugas kepimpinan, Bapak KH. Ach. Al Fatich Ar. ditugaskan menjadi kepala MTsAIN dan Bapak Drs. KH. Moh. Syamsul Huda As. SH menjadi kepala Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) yang sekarang menjadi MAN (Madrasah Aliyah Negeri).

Pada tahun 1980, MAN memiliki 3 (tiga) program jurusan, yaitu: program Agama, IPA dan IPS.  Pada tahap berikutnya, muncul kebijakan baru dari Depag RI yang menghapus program Agama, maka MAN Tambakberas merespon perubahan itu dengan mengganti program baru, yaitu bahasa. Sampai dengan sekarang ini MAN Tambakberas Jombang memiliki program jurusan: Bahasa, IPA (kelas Unggulan, Reguler, dan program ketrampilan)  dan IPS.

Hingga saat ini MAN Tambakberas telah melalui 5 periode kepemimpinan, beliau adalah:
 1.    Bapak KH Ach. Alfatich AR. (Alm)
 2.    Bapak Drs. KH  Moh. Syamsul Huda AS, SH, M.Hi.
 3.    Bapak Drs. H. Abd. Madjid.
 4.    Bapak Drs. H. Moh. Azam, M.Sc.
 5.    Bapak Drs. H. Ahsan Sutari, M.Pd.

 

 

Acara yang akan Diadakan MAN Tambakberas Jombang
 
 
MAN Taras akan Mencatat Rekor Donor Darah se-Indonesia
 

MAN Tambakberas Jombang akan punya acara besar dan bergengsi. Sebuah acara berskala nasional ini bertajuk Donor Darah, Sosialisasi Bahaya Narkoba, Pentas Seni, dan Pemecahan Rekor. Acara tersebut akan berlangsung pada Rabu, 28 November 2012 mendatang.

Oleh karena besarnya acara yang rencananya akan dihadiri oleh wakil bupati Jombang, kemenag Jombang, dan Badan Antinarkotika (BNk) Jombang kepanitiaan tidak hanya oleh para siswa-i saja (dalam hal ini siswa jurusan IPA), tetapi juga oleh sejumlah civitas akademika MAN Tambakberas (guru, pegawai, pembina ekstra, dan satpam).

Sebagai pemantapan dan langkah awal guna suksesnya acara, Rabu (21/11) dilaksanakan rapat kerja antara pantia, baik antara civitas akademika maupun para siswa. Rapat kerja tersebut dibuka oleh wakamad bidang kurikulum, M. Ilyas, Lc., M.MPd.

Dilanjutkan dengan sambutan kepala madrasah, Drs. H. Ah. Sutari, M.Pd. Dalam sambutannya, Pak Tari sangat mendukung acara tersebut meskipun di awal penuh dengan keraguan. “Oleh karena acara ini sangat besar dan belum pernah ada pemecahan rekor di Indonesia (kegiatan donor darah), saya berharap kekompakannya. Tanpa kekompakan dan kerja sama yang baik tidak akan terwujud suatu acara,” sambut beliau yang kemudian diakhiri dengan pengukuhan panitia Exact Fun Day 2012.

Begitu usai sambutan, dilanjutkan dengan rapat kerja antardivisi. Dan sampai saat ini (H-7) sudah tercatat 401 siswa calon pendonor, ruangan yang akan dijadikan kamp untuk donor darah sejumlah 4 ruang (kelas unggulan) dan ruang aula, dan 25 tempat tidur dari 60 tempat tidur yang harus disediakan.

Adapun rangkaian acara yang  akan disajikan pada saat acara berlangsung selama sehari itu, yakni (1) Donor darah dibantu oleh PMI Jombang dengan sasaran siswa MAN Tambakberas dan partisipasi dari sekolah lain dengan target pendonor 1000 orang. (2) Sosialisasi bahaya narkoba yang akan diwakili oleh ketua Badan Antinarkotika (BNk) Jombang (Bapak Wijono), yang rencananya sebelum sosialisasi tersebut akan diawali dengan orasi bahaya narkoba oleh siswa-siswa MAN Tambakberas.

Kemudian rangkaian acara selanjutnya yang akan disajikan, yakni (3) Pentas seni, sebagai acara hiburan yang akan dihibur oleh para siswa juara rohani classmeeting 2012 dengan akan menampilkan puisi, qosidah, drama musikal, dan pembacaan cerpen.

Dan, sebagai acara akhir yang akan dilakukan pada acara Exact Fun Day 2012, yakni (4) pencatatan rekor oleh IBoR (Indonesia Book of Record). Semoga acara tersebut bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan, lancar, tidak ada hambatan apapun, dan semoga sukses. Semangat!!!